posted by kukuh_budiman on August 3, 2015
Undang-undang (UU) No 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit telah mewajibkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD). Selain itu Kementerian Kesehatan juga telah mewajibkan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang memiliki fasilitas rawat inap untuk turut menjadi BLUD.Satu sisi, menjadi BLUD memang sangat menguntungkan. Instansi yang menjadi BLUD umumnya menjadi semakin baik dalam hal pelayanan, administrasi, dan keuangannya.Namun disisi lain, menjadi BLUD juga berarti tantangan serius untuk pengelola RSUD ataupun Puskesmas. Salah satunya adalah masalah pengelolaan keuangan yang harus berstandar akuntansi profesional.Mungkin karena hal itu hingga saat ini belum semua RSUD dan Puskesmas yang memiliki fasilitas . . . Read more
posted by kukuh_budiman on July 31, 2015
Secara ekonomi, semestinya saat ini Puskesmas sudah jauh lebih baik. Karena Pemerintah, melalui BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) dan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) memberi dana ke Puskesmas.Puskesmas bisa menggunakan dana itu untuk melakukan pencegahan dan promosi kesehatan. Peran Puskesmas yang sejak dahulu diharapkan juga menjadi sangat mungkin untuk segera diwujudkan.Namun bersamaan dengan semua peluang tersebut, puskesmas kini juga dituntut lebih profesional. Puskesmas yang memiliki pelayanannya buruk akan ditinggalkan masyarakat peserta program JKN dan BPJS.Sebab, para peserta kini diberikan kebebasan untuk memilih dan pindah ke puskesmas lain atau klinik swasta yang pelayanannya berkualitas.Oleh karena itu, pelayanan semua puskesmas harus betul-betul berkualitas . . . Read more
posted by kukuh_budiman on July 29, 2015
Sejak tahun 2014, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan peraturan penyelenggaraan pendidikan tinggi dan pengelolaan perguruan tinggi yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 04 Tahun 2014.Dalam bab III, tentang Pengelolaan Perguruan Tinggi disebutkan bahwa pengaturan pengelolaan Perguruan Tinggi meliputi empat hal, yaitu ; otonomi Perguruan Tinggi, pola Pengelolaan Perguruan Tinggi, tata kelola Perguruan Tinggi dan akuntabilitas publik.Artinya, saat ini Perguruan Tinggi, baik PTN ataupun PTS sama-sama memiliki otonomi di bidang akademik dan non akademik.Di bidang akademik, PTN ataupun PTS memiliki wewenang untuk mengelola sendiri lembaganya untuk melaksanakan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.Sedang otonomi di bidang . . . Read more
posted by deny_consulting on July 14, 2015
. . . Read more
posted by kukuh_budiman on July 14, 2015
  . . . Read more
posted by kukuh_budiman on July 11, 2015
 Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) digunakan entitas tanpa akuntabilitas publik. Dengan kata lain, sebagaimana ditetapkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI), SAK ETAP ini merupakan jenis laporan keuangan yang diperuntukkan bagi perusahaan kecil dan menengah.Dibandingkan dengan lainnya, standar ETAP ini cukup sederhana. Jika dipelajari dengan cara yang tepat maka ETAP tidak akan menyulitkan, dan semua unit usaha dapat menyusun laporan keuangan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan IAI.Namun pertanyaannya adalah, kenapa penyusunan SAK ETAP ini harus dilakukan? Bukankan perusahaan kecil dan menengah selama ini tetap bisa berjalan meski belum menggunakan SAK ETAP?Jawabannya karena pada dasarnya, semua . . . Read more
posted by kukuh_budiman on July 10, 2015
Sebagai perusahaan yang selalu ingin memberikan value kepada para kliennya, Syncore memiliki budaya kerja yang selama ini selalu dijalankan oleh setiap karyawannya. Adapun budaya kerja Syncore adalah sebagai berikut :Mengutamakan yang terbaik untuk klien (Client First)SYNCORE selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi klien, yaitu dengan memberikan solusi paling tepat, dalam biaya terjangkau dan waktu terpendek.Mengutamakan yang terbaik untuk staff (People First)SYNCORE percaya bahwa asset terbesar SYNCORE adalah manusia. Untuk itu pengelolaan manusia baik dalam hal rekrutment, training, evaluasi kinerja maupun coaching akan dilakukan untuk mendapatkan SDM terbaik dan mengembangkan SDM yang ada menjadi semakin kompetenMengutamakan aspek keseimbangan dinamisHarus selalu ada keseimbangan baik . . . Read more
posted by kukuh_budiman on July 9, 2015
9 Juli 2010, tepat pada hari ini 5 tahun yang lalu PT SYNCORE INDONESIA berdiri. Saat itu para pendiri SYNCORE termotivasi untuk membantu para pengusaha kecil dan menengah (UKM ataupun UMKM) yang sering kesulitan mengelola keuangannya.Saat itu, jasa konsultan keuangan selalu identik dengan pekerjaan mahal dan tidak terjangkau para pelaku UKM / UMKM. Padahal, umumnya para pelaku UMKM adalah orang-orang yang kurang paham dengan masalah akuntansi dan sangat membutuhkan jasa kunsultan.Disisi lain, para mendiri SYNCORE memandang bahwa UMKM merupakan satu-satunya jenis usaha yang terbukti paling tahan terhadap hantaman krisis. Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa sebenarnya, UMKM sangat berpotensi untuk menjadi salah . . . Read more
posted by kukuh_budiman on July 6, 2015
Sebagaimana lambang Syncore yang memiliki sisi dinamis, kami sadar di dunia perubahan selalu terjadi. Namun tetap ada hal-hal penting yang terus kami jaga sebagai bentuk dan nafas perusahaan, yaitu nilai – nilai perusahaan. Seperti :1.Menjunjung Tinggi Kejujuran, Kepercayaan dan Bersikap TerbukaOpen & Trustworthy Kami percaya bahwa kejujuran adalah induk dari segala sifat baik. Untuk itu kami selalu menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap aktivitas yang kami lakukan. Kejujuran kami artikan adalah mengatakan hal yang sebenarnya kepada klien. Kita semua sadar bahwa dalam jalannya kerjasama selalu ada masalah, dan kami percaya solusi terbaik adalah dengan saling bersikap jujur.2.Selalu Menyelesaikan Tugas yang . . . Read more
posted by kukuh_budiman on July 4, 2015
Sebagai lembaga consultant yang memiliki fokus pada pengembangan UMKM, Syncore Consulting dipercaya oleh pelaku usaha kecil dan menengah “Ayam Geprek Starback” untuk melakukan Bisnis Chek-up.Di Yogyakarta, Ayam Geprek Starback adalah pendatang baru dunia kuliner yang berbahan baku Ayam. Meski demikian, Ayam Geprek Starback tidak bisa disamakan dengan Ayam Geprek lainnya. Baik dari segi kualitas produk ataupun usahanya.Meski baru berdiri beberapa bulan lalu dan belum sebesar perusahaan ayam goreng dari negeri sebrang, Ayam Geprek Starback sudah menunjukkan keseriusannya dibidang kuliner.Berbeda dengan para pelaku kuliner kecil lainnya yang memilih menjalankan bisnis secara apa adanya, tanpa berusaha mencari tahu apa yang kurang dari . . . Read more